VAw4HBTsJIe15camAdLyxmr6Gko2NgDKdvrlkFP2

Seberapa Penting Teknologi APRS Digunakan di Era Saat Ini? - Mengenal APRS

Sebelum masuk era internet dan teknologi digital yang massive, di tahun 1980an sudah dikembangkan sebuah teknologi untuk share lokasi real-time layaknya kita berbagi posisi di aplikasi whatsapp dan google maps. Teknologi ini dikembangkan oleh seorang amatir radio ber-callsign WB4APR, Bob Bruninga. Ia adalah seorang Senior Researcher Engineer di Naval Academy US. Angkatan laut Amerika Serikat.

Automatic Packet Reporting System, Teknologi ini awalnya didesain untuk melacak posisi kapal secara real-time melalui radio dengan protokol AX.25. hingga saat ini APRS masih terus digunakan oleh amatir radio dan militer untuk berkirim pesan, mengirim data stasiun cuaca otomatis, telemetery satelit dan tracking lokasi berbasis radio paket.

Perangkat yang digunakan sangat beragam opsinya, dari perangkat build-up pabrikan seperti produk-produk dari Argent-data hingga perangkat home-brew rakitan berbasis linux di single board computer maupun berbasis mikrokontroler.

Protokol ini juga menyumbang peran dalam pengembangan awal jaringan komputer, komputer-komputer pada zaman dahulu terkoneksi dalam satu jaringan berbasis radio paket yang memiliki protokol AX.25 dengan radio bermodulasi AFSK. Di sinilah mulai banyak pengembangan modem / Terminal Node Controller (TNC) yang mengubah data digital menjadi analog dan sebaliknya.

Protokol komunikasi ini sangat populer sebelum era ponsel pintar dan internet kecepatan tinggi, bayangkan di era tersebut para amatir radio sudah bisa berkirim pesan antar benua dengan mudah dan cepat berbekal perangkat APRS, Komputer dan Radio. Sebuah teknologi yang revolusioner setelah kemunculan radio komunikasi phone dan CW (morse) setelah era perang dunia kedua.

APRS.FI Laman user APRS

Seiring berjalanya waktu, teknologi ini mulai ditinggalkan. Di awal 2010an ponsel pintar dengan fitur-fitur canggih sudah mulai dijual dengan harga yang terjangkau, jaringan telekomunikasi seluler berbasis GSM dan CDMA menggeser komunikasi amatir radio menjadi kanal hobi, bukan lagi kebutuhan. Pengembangan APRS ini menjadi segmented user saja.

Meskipun penggunanya berkurang drastis, bukan berarti mati dan tidak berkembang. APRS kini dijadikan alternatif komunikasi yang bisa dibilang reliable untuk kondisi tertentu, seperti saat operasi SAR dan ekspedisi di lokasi minim jaringan internet. Produk radio china saat ini juga mulai mengeluarkan HT berfitur APRS dengan harga yang terjangkau.

Meskipun begitu, hingga saat ini masih banyak rekan amatir radio di Indonesia yang yang kesulitan untuk membuat atau membeli perangkat APRS yang reliable dan siap pakai. Produk-produk di pasaran selalu memiliki kelemahan dan keunggulan, namun saya rasa opsi saat ini masih dilematik.

Sebenarnya software Direwolf sudah mencakup segala kebutuhan per-APRS-an ini, namun software ini reliable ketika dipakai di base station, diinstal di PC dan terkoneksi dengan radio. Untuk dijadikan tracker kurang praktis, pengguna harus menginstal direwolf di komputer mini semacam Raspberry dan mengoneksikanya ke radio dan modul GPS. Berfungsi, namun set up ini tidak praktis untuk dibawa di perjalanan, apalagi ketika eskpedisi di medan yang terjal.

Memiliki HT dengan fitur APRS memang merupakan solusi paling stabil, sayangnya radio bagus dengan fitur ini kurang terjangkau. Harganya masih di atas 5 juta seperti Yaesu FT-5D dll. Jika memilih HT APRS dari china semacam Baofeng, maka kita harus menerima bahwa kualitas GPS dan aksebilitasnya tidak sebagus produk Yaesu, Icom dan Kenwood. Ini menjadi dilema untuk para amatir radio yang mencari alternatif terbaik antara fungsi dan harga.

Kondisi inilah yang mentrigger para amatir radio untuk bereksperimen membuat perangkat alternatif. Salah satu produk open source adalah APRS Indy yang dikembangkan amatir radio di Thailand. Board ini bisa difungsikan untuk berbagai macam set-up, menjadi GPS tracker, WX Station, I-Gate bahkan Sat-Gate. Perangkat ini berbasis mikrokontroler ESP8266 yang digabung dengan Arduino-TNC. Sehingga perangkat ini bisa dibilang simple tidak simple.

Meskipun tutorial, board hingga kodenya jelas dilama github developernya, opsi ini masih belum reliable untuk para amatir radio yang masih awam dengan mikrokontroler. Pengembangan APRS-Indy ini masih dibilang rumit dan banyak effort.

APRS Tracker Berbasis ESP32 simple

Dari project tersebut, saya terheran dalam benak saya “kenapa harus menggunakan dua board mikrokontroler untuk perangkat ini? Padalah ESP ini saya rasa mampu menghandle program APRS ini” dari situlah saya mencoba bereksperimen untuk membuat board APRS untuk GPS Tracker dan Stasiun cuaca yang simple, hanya menggunakan Board mikrokontroler ESP, Sensor dan Radio HT dengan trigger PTT otomatis.

Berikut dokumentasi hasil eksperimen saya terkait APRS yang simple tanpa setup rumit:

 APRS Tracker berbasis NodeMCU NodeMCU APRS Tracker

Stasiun Cuaca APRS  Stasiun Cuaca APRS

APRS AFSK Sender Basic - Experiment Awal AFSK 1200bps 

APRS Tracker Raspberry - Linux  APRS Tracker on LINUX

APRS Tracker  Field Test APRS Tracker

Pada Postingan selanjutnya, saya akan memberikan tutorial lengkap membuat APRS Tracker berbasis ESP32 yang simple, Mudah digunakan dengan setup sederhana dan minim komponen tambahan. stay tune and 73 de YD2CLX.

 

Newest Older
Havid Adhitama
An Licenced Amateur Radio, Travel Enthusiast, Love about Nature, Sosio-Culture And Outdoor Activity.

Related Posts

Post a Comment