Melanjutkan artikel sebelumnya, setelah beberapa kali bereksperimen dengan tracker APRS menggunakan Raspberry, STB, dan Arduino-TNC saya mulai berpikir kenapa harus pakai dua board mikrokontroler. Padahal ESP32 sepertinya cukup mampu menangani semuanya. Dari situ saya mencoba membuat versi yang lebih sederhana, hanya pakai satu ESP32 Dev Module, modul GPS, dan radio HT Baofeng dengan trigger PTT simple menggunakan optocoupler.
Hasilnya adalah tracker APRS yang bisa mengirim posisi sendiri lewat
protokol AX.25 dengan modulasi AFSK. Tracker ini juga dilengkapi web server
kecil, yang digunakan untuk mengubah setingan callsign, status, dan interval
transmit langsung dari HP tanpa harus upload ulang kode.
Di sini saya akan membagikan tutorialnya secara lengkap dari persiapan Hardware, perakitan hingga unggah kodingan ke ESP32.
Hardware yang dibutuhkan
Komponen yang saya pakai cukup standar:
- ESP32 Dev
Module
- Modul GPS
NEO-6M (atau yang kompatibel, NMEA 9600 baud)
- Radio HT VHF
- Optocoupler (4N35)
untuk trigger PTT
- Kabel audio
3.5mm / Kabel headset HT
- Kabel jumper
dan breadboard / PCB
- Power supply
5V
Pin yang dipakai:
- GPIO2 →
Output AFSK ke mic radio
- GPIO5 →
Trigger optocoupler PTT
- GPIO16 → RX
dari GPS (TX GPS modul)
Perakitan Hardware
Perakitan silakan lihat pada gambar. Berikut langkah-langkahnya:
- Hubungkan
GPS
TX modul GPS → GPIO16 (RX2 ESP32)
VCC GPS → 3.3V ESP32
GND GPS → GND ESP32
(RX GPS tidak perlu disambung karena ESP32 hanya membaca data posisi, tidak mengirim perintah ke GPS). - Hubungkan
output AFSK
GPIO2 ESP32 → satu kabel ke input mic radio HT (lewat jack audio)
GND ESP32 → GND jack audio. - Hubungkan
PTT dengan optocoupler
Saya pakai optocoupler supaya lebih aman dan tidak langsung nyambung
ground radio ke ESP32.
- Pin GPIO5
ESP32 → pin 1 (anoda LED) optocoupler
- Pin 2
(katoda LED) optocoupler → GND ESP32
- Pin 4
(emitter) optocoupler → GND mic radio
- Pin 5
(collector) optocoupler → pin PTT mic radio (biasanya yang biasa dipakai
untuk push-to-talk)
Dengan begini, saat GPIO5 HIGH, optocoupler akan “menekan” PTT secara
optik, aman untuk radio.
Nyalakan ESP32 lewat USB atau 5V eksternal. Radio HT diatur ke frekuensi
APRS (144.390 MHz).
Upload Kode dan Library
Pakai Arduino IDE biasa. Library yang diperlukan hanya TinyGPS++ (yang lain sudah bawaan ESP32).
Copy seluruh kode yang sudah ada, pilih board ESP32 Dev Module,
lalu Upload. Buka Serial Monitor 115200 baud. Kalau berhasil, akan muncul
tulisan “APRS Tracker ESP32 - Starting...” dan IP Access Point-nya. Kode saya lampirkan di bagian paling bawah artikel ini.
Konfigurasi Lewat Web Interface
Ini bagian yang paling praktis. Setelah upload, ESP32 langsung membuat
Access Point bernama APRS-Tracker dengan password 12345678.
Sambungkan HP ke WiFi itu, lalu buka browser dan ketik:
Halaman web yang muncul cukup lengkap dan mudah dipakai. Berikut
fitur-fiturnya secara rinci:
- Callsign : Isi callsign Anda (contoh: YD2XXX).
Maksimal 9 karakter.
- SSID : Biasanya diisi 7 untuk tracker (bisa
0-15).
- APRS
Status/Comment : Tulis
pesan status yang akan muncul di packet (contoh: “Tracker Test Over ESP32
- Havid”). Maksimal 99 karakter.
- Enable
Smart Beaconing : Centang
kalau mau interval otomatis menyesuaikan dengan kecepatan. Kalau
di-centang, pilihan interval di bawah akan otomatis disable.
- Transmit
Interval : Pilih berapa
menit sekali kirim packet (1, 2, 5, atau 10 menit). Kalau Smart Beaconing
aktif, interval ini hanya dipakai saat diam.
- Tombol
Save Settings : Simpan
semua pengaturan ke memori internal ESP32 (pakai Preferences). Pengaturan
tidak akan hilang meski dimatikan.
- Manual
Transmit : Langsung kirim
packet posisi saat ini (hanya aktif kalau GPS sudah locked).
- TX Dummy
Data : Kirim packet
contoh dengan posisi dummy (berguna untuk test radio tanpa nunggu GPS
fix).
- Status
Tampilan Langsung:
- Latitude dan
Longitude terkini
- GPS
Connection (Not Connected / Searching / Locked)
- GPS Status
(Locked - Ready to Transmit atau Not Locked)
Halaman ini otomatis refresh setiap 5 detik supaya status GPS selalu
update. Kalau sedang mengisi form, refresh otomatis berhenti sementara agar
tidak mengganggu.
Cara Penggunaan
- Nyalakan
tracker dan radio HT.
- Tunggu GPS
locked (biasanya 1-2 menit di tempat terbuka). Cek status di HP lewat web.
- Tracker akan
kirim packet otomatis sesuai interval.
- Kalau mau
test cepat, pakai tombol Manual Transmit atau TX Dummy Data.
Di Serial Monitor juga bisa dilihat debug lengkap paket yang dikirim,
termasuk path WIDE1-1,WIDE2-2.
Testing
Catatan Tambahan
Smart Beaconing akan mempercepat transmit saat bergerak (di atas 10
km/jam), tapi tetap ada batas minimum supaya tidak banjir packet. Path
digipeater sudah diatur WIDE1-1,WIDE2-2, bisa diubah di kode kalau perlu.
Konsumsi daya cukup hemat, cocok buat dipakai di gunung atau perjalanan
panjang pakai powerbank. Kalau packet tidak terdengar di receiver lain, coba
sesuaikan volume mic HT atau tambah resistor 1k-4.7k di jalur AFSK.
Proyek ini masih saya kembangkan. Kalau ada yang mau ditambah (misalnya
sensor suhu atau baterai monitoring), masih banyak ruang eksperimen.
Stay tune artikel selanjutnya. Silakan share hasilnya di kolom komentar
73 de YD2CLX





.jpg)

.jpg)
.jpeg)
.jpg)