Blogger Serayu Seisinya


Blogger Serayu dan awak Media [dok. Blogger Serayu]


Minggu, 26 Maret 2017 saya ikut acara kumpul blogger Banjarnegara. Acara ini dimotori oleh blogger-blogger pro yang ingin menghidupkan  kembali komunitas blogger di Banjarnegara. tujuan dibentuknya komunitas ini adalah untuk menyatukan blogger-blogger di Banjarnegara yang selama ini bergerak sendiri-sendiri ke dalam satu wadah agar lebih optimal dalam membantu masyarakat Banjarnegara dalam mempromosikan potensi lokal seperti pariwisata dan UKM.

Acara ini dilaksanakan di resto "Cullinary Iwak" yang berlokasi di Gemuruh, Banjarnegara. pada awal acara, peserta yang hadir dipersilakan untuk memperkenalkan dirinya masing-masing kebetulan sebagian yang hadir dalam acara itu, saya sudah mengenalnya, seperti mas Hendi yang bareng saat acar famtrip blogger dari Dinbudpar, Mba Idah dan Mas Lutfi yang bareng juga saat acara kongres Gunung di pos pendakian gunung Slamet, Purbalingga. lalu kak Tri Mei yang merupakan guru di SMA saya 😂, terus Faiz teman sebangku dikelas 😂 dan juga Razin yang tinggal satu kosan, kalo mas Jujun sama mas Ipong sebenere  udah tau sejak lama, saya sering baca-baca artikel di blognya mas Jujun terusan sering juga nonton Vlognya mas Ipong yang kadang dishare temen-temen di Sosmed, tapi baru pernah ketemu sama orangnya waktu acara ini.

Setelah perkenalan satu-satu, acara dimulai dengan diskusi untuk penamaan komunitas ini dan setelah banyak usulan yang masuk, dipilihlah satu nama yaitu "Blogger Serayu" kemudian dilanjutkan dengan pembagian tugas handling akun sosmed, dan saya kebagian  megang akun Twitter @bloggerserayu dan kebagian jadwal update hari jumat sama sabtu. 

Ikan Bakar dari Culinary Iwak [dok. penulis]
Nggak lama kemudian, datanglah acara yang ditunggu... It's time for lunch 😂, menu kali ini adalah ikan bakar yang paling spesial dari  "Culinary  Iwak"  ini adalah kali kedua  saya makan menu  ini di Culinary Iwak, ikan bakar disini sangat fresh, sebab ikanya ngambil langsung dari kolam, juga tempatnya sangat pas untuk menikmati makanan yang kaya gini, hamparan sawah dan deretan pegunungan Serayu utara di sebelah utara resto menambah kenikmatan suasana saat menyantap menu disini. 
 konsep yang dipake  mas Fajar (Owner Culinary Iwak) juga sangat pas dan nyaman untuk nongkrong, kadang saya sama temen nongkrong disini sampe larut malam karena di culinary iwak ngga melulu cuma ada  menu olahan ikan tawar, tetapi disini juga ada Cafe, yaitu "Kopi Sabin" di kopi sabin ada banyak jenis Kopi mulai dari Arabica Ratamba, Arabica Babadan, Arabica  Kubang terus juga ada Robusta Leksana, Robusta Pletuk, hingga Robusta Kubang, yang ternyata  kopi tersebut  kebunya dekat dengan rumah saya, Wanayasa. yaitu Kopi Robusta/Arabica Kubang.

Sebenarnya, saya adalah pecandu kopi 😐 kalo di Kopi Sabin, sering memesan Kopi Tubruk tapi ngga tau itu Robusta/Arabica, dan juga ngga tau asal mula kopi tersebut karena saya bukan pecinta kopi, tetapi hanya pecandu kopi sachetan yang menurut saya lebih bisa dinikmat dan lebih bisa dirasakan 😂 
Menurut mas Danu, yaitu barista di "Kopi Sabin" Rasa setiap kopi itu berbeda-beda, hal itu disebabkan oleh banyak faktor, antara lain yaitu jenis kopinya, Ketinggian tempat penanamanya, cara pemanenan, karena kopi yang bagus adalah bijinya sudah masak dan berwarna merah, cara Roasting atau penyangrainya, dan juga penghalusan kopi, karena beda tekstur juga beda rasa.


Mas Danu sedang memberi sampel kopi dan menjelaskan seluk beluk tentang kopi Banjarnegara [dok.Penulis]


dan kopi yang paling fenomenal dari Banjarnegara adalah Kopi dari Ratamba, kopi Arabica ini sudah dikenal luas oleh pecinta kopi, tidak hanya di Banjarnegara tetapi juga di kabupaten tetangga seperti Wonosobo. Menurut teman saya, Mas Agus dari Wonosobo (Barista) yang bareng satu homestay pada acara Kongres Gunung di Purbalingga, Kopi Ratamba memiliki Rasa yang mirip dengan Kopi yang Ditanam di Lereng gunung Sindoro, hal ini sangat mungkin karena Ratamba kec. Pejawaran merupakan Dataran tinggi. 

Perkembangan Kopi di Banjarnegara juga bisa dibilang sedang naik daun dan juga sedang digencar-gencarkan oleh pemerintah untuk melakukan revolusi pertanian dan perkebunan di Banjarnegara, hal ini terbukti dengan upaya-upaya pemerintah untuk mengsosialisasikan penanaman tanaman yang dapat  mencegah erosi dan dapat menahan longsor, yang kebetulan di Banjarnegara Merupakan daerah rawan longsor dengan tanahnya yang labil. jika mengkaji ulang pada hasil observasi pada kegiatan ekspedisi serayu [kentang dan evolusi-pertanian Dieng] Kopi bisa menjadi jawaban dari permasalah yang ada di daerah Dataran Tinggi di Banjarnegara, selain dapat menyelamatkan lingkungan, kopi saat ini  memiliki daya jual yang lumayan tinggi, dan bukan tidak mungkin akan menggeser pertanian Kentang yang berkesan merusak lingkungan.

Selain dari pemerintah, perusahaan BUMN juga turut andil dalam perkembangan kopi di Banjarnegara, di Ratamba pernah dilaksanakan sosialisasi oleh para pecinta kopi yang dimotori oleh PT. Indonesia Power yaitu anak perusahaan dari PLN, tentang pengolahan Kopi yang baik dan benar agar memiliki kualitas dan daya jual tinggi. karena yang menjadi masalah pada petani lokal adalah cara pengolahan dan perlakuan petani terhadap kopi tersebut, misal, petani lokal memanen kopi greenbean yang masih sangat muda dan diolah dengan mencampurkanya dengan kopi yang masak (berwarna merah), dan juga cara penjemuran yang salah sehingga kopi berjamur dan tidak layak konsumsi, hal tersebut terjadi karena  minimnya pengetahuan petani akan komoditasnya.

Semoga Upaya Pemerintah, Rekan Blogger, dan juga Aktifis lainya dapat mendukung Banjarnegara dalam pengelolaan potensi lokal dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di Banjarnegara. Havid Adhitama



Culinary Iwak dan Kopi Sabin
Gemuruh, Banjarnegara, Jawa Tengah
Buka Setiap hari mulai pukul 14.00 sampai dengan 23.00
IG: culinary_iwak
IG: kopisabin





\

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Blogger Serayu Seisinya"

Post a Comment