Gunung Rogojembangan, Lokasi Survival yang Menantang

Rogojembangan dari sisi selatan


Gunung Rogojembangan adalah gunung tertinggi di deretan pegunungan serayu  utara, secara geografis gunung Rogojembangan berada di sebelah utara desa Tempuran, Wanayasa dan sebelah selatan desa Gumelem Pekalongan, sedangkan secara administratif  masuk dalam kecamatan Wanayasa.

Gunung Rogojembangan memiliki ketinggian 2117 meter diatas permukaan laut, untuk jalur pendakian Gunung Rogojembangan terdapat 3 jalur yang bisa dilalui, antara lain Jalur Karangmalang, Jalur Cantelan, dan jalur desa Gumelem Pekalongan.

Jalur yang paling sering dilalui adalah jalur Karangmalang, karangmalang terletak di sebelah utara desa jatilawang (arah Dieng dari wanayasa), untuk mendaki ke Gunung Rogojembangan memakan waktu sekitar 2 jam dengan track yang berat karena flora yang tumbuh di Gunung Rogojembangan masih sangat rapat dan dapat dikatakan hutanya masih sangat perawan, track yang curam dan licin mendominasi perjalanan.
salah satu trek untuk menuju ke puncak

Gunung Rogojembangan memiliki 2 puncak yang salah satunya adalah puncak Raja yang menjadi tujuan utama para pendaki, puncak Raja memiliki luas hanya sebesar lapangan badminton, tidak terlalu luas. jika sedang beruntung dan cuaca cerah kita dapat menikmati pemandangan banjarnegara sisi selatan dari ketinggian 2117mdpl dan bisa melihat gunung prau, sindoro, sumbing di sebelah timur , dan dapat melihat view gunung wirosapu dan Slamet di sisi barat.
tebing terjal ketika summit Atack

saya sangat merekomendasikan anda para pecinta ketinggian untuk mendaki kesini, anda dapat  merasakan survival dan pendakian track terjal di hutan yang masih perawan karena masih jarang orang yan mendakinya, di Gunung Rogojembangan masih banyak sekali flora dan fauna langka yang berkembang biak seperti tumbuhan kantung semar dan angrek hutan yang jarang kita temui di tempat lain, saya menyarankan jika anda berniat mendaki Gunung Rogojembangan harus menyiapkan peralatan dan bekal yang cukup, dan jangan lupa membawa sabit dan memakai pakaian yang dapat melindungi tubuh, sebab banyak tumbuhan berduri seperti rumput kalamenta dan lintah atau pacet yang menghuni Gunung Rogojembangan, dan tidak lupa membawa tali webbing untuk summit karena saat kita hampir menuju puncak kita harus memalui track dengan kemiringan sekitar 65-80 derajat, sehingga webbing sangat diperlukan, sedangkan sabit digunakan untuk membuka jalur pendakian yang tertutp oleh semak ilalang yang rimbun.

konon di Gunung Rogojembangan terdapat mata air yang ceritanya dapat membuat awet muda bagi yang membasuh mukanya dengan air itu, namun mata air tersebut hanya dapat dilihat oleh  orang  tertentu. saat kita berada di POS 1  hingga puncak bayangan kita akan bertemu dengan banyak sesaji  yang berada dibawah kayu-kayu besar,  masyarakat sekitar masih erat dengan kegiatan yang berbau mistis.
Ditulis dan di Post oleh Havid Adhitama
*foto dokumentasi penulis pendakian  Gunung Rogojembangan th.2014
Peta Lokasi Gunung Rogojembangan

Ditulis dan Diposting oleh Havid Adhitama

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gunung Rogojembangan, Lokasi Survival yang Menantang"

Post a Comment