Elang Jawa Belum Punah


Elang jawa terpantau di atas sungai serayu [dok. tim ekspedisi serayu]

Setelah tim sosial budaya Ekspedisi Serayu  menghasilkan temuan mengejutkan tempat yang diduga sebagai bengkel kerja pembuatan candi Dieng,  tim biota sungai menemukan hal tak terduga. Elang Jawa (Nisaetus Bartelsi) yang banyak orang mengira telah punah, terlihat di atas aliran Serayu, bahkan terlihat di tiga tempat berbeda. 

Pada hari kedua dan ketiga ekspedisi, tim menjumpai elang Jawa terbang di atas aliran Serayu, tepatnya di aliran sungai Serayu yang meilntas di Desa Tambi, di atas aliran Curug Sikantong, serta di atas Curug Silembu Desa Maron Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo. 

Peneliti dari Magister Ilmu Lingkungan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Gunanto Eko Saputro meyakini bahwa apa yang dilihatnya adalah elang Jawa. Dari bentuk, warna dan ukurannya, itu elang Jawa, bukan bido. Karena bulunya hitam rata, tidak blirik layaknya Bido Menurut Organisasi Konservasi Dunia IUCN, elang jawa termasuk kategori endersered species, atau spesies yang terancam kepunahannya. Elang Jawa juga salah satu hewan yang dilindungi oleh Undang Undang. Karenanya temuan ini sungguh mengejutkan dan menggembirakan.

Elang jawa terpantau di atas sungai serayu [dok. tim ekspedisi serayu]
Elang Jawa biasanya tinggal di habitat pohon atau tebing-tebing yang tinggi. Kawasan aliran serayu di hulu sangat cocok sebagai habitat elang Jawa karena masih banyak tempat yang tak terjamah manusia. Di situlah biasanya elang Jawa tinggal. Oleh karena itu dengan temuan ini menggugah kesadaran masyarakat, pemerintah dan pihak terkait, agar menjaga lingkungan tempat dimana elang Jawa bisa hidup. Agar kelak anak cucu kita masih bisa melihat bagaimana wujud dari elang jawa  Narasumber: Heni Purwono [ketua tim sosbud eks. serayu] posted by: Havid Adhitama

Subscribe to receive free email updates:

5 Responses to "Elang Jawa Belum Punah"