VAw4HBTsJIe15camAdLyxmr6Gko2NgDKdvrlkFP2

Pemandangan Eksotik Lereng Sindoro! Jalur Alternatif Wonosobo - Temanggung

 


Tidak mengherankan jika banyak orang menyebut jalan alternatif Wonosobo – Temanggung via Tambi memiliki pemandangan yang surealis. Saya mengamini hal tersebut, sebab pemandangan yang disajikan benar-benar eksotik! Hamparan perkebunan teh, view gunung Sindoro di selatan dan perbukitan Sibuthak di sebelah utara sangat mengalihkan pandangan.

Kebetulan jalur ini menjadi rute saya bolak-balik dari Banjarnegara menuju Semarang, awal kali saya melewati rute ini pada tahun 2018 di mana jalanan masih sempit dan rusak. Namun, saat ini kondisi jalan sudah diperlebar dan makin berkembang dengan berbagai rest area yang menarik. Feels yang saya dapat sejak pertama kali mengetahui tempat ini hingga sekarang tidak pernah bosan, ketika lewat saya pasti menyempatkan diri untuk sekadar ngopi di rest area antara daerah Jumprit hingga perkebunan teh Tambi.

Secara administratif jalanan yang saya maksud masuk pada wilayah kabupaten Wonosobo dan juga kabupaten Temanggung, tepatnya dari kecamatan Kejajar hingga kecamatan Ngadirejo, Temanggung. Secara geografis berada di tenggara dataran tinggi Dieng dan tepat di sebelah utara gunung Sindoro. Oleh sebab itu ketika kita melewati jalur ini akan mendapati dua basecamp pendakian gunung Sindoro, yaitu basecamp Sigedang dan Basecamp Tambi. Terkait track yang dilalui untuk pendakian via lereng utara Sindoro ini saya belum tahu secara rinci.

Seperti yang saya singgung tadi, saat ini sepanjang rute dari arah Ngadirejo hingga Tambi terdapat banyak rest area yang didesain untuk istirahat sekaligus menjadi spot menikmati bentang alam yang ada, lokasinya sangat strategis dan pemerintah di kedua wilayah terlihat sangat memperhatikan potensi wisata di daerah ini dengan pembangunan infrastruktur yang ada.

Saya biasanya berhenti untuk ngopi di rest area Kampung atas awan, tempat parkir dan fasilitas yang disediakan cukup layak dan harga minuman maupun makanan yang disajikan sangat terjangkau.


Sebenarnya terdapat momen-momen tertentu yang membuat rute ini menjadi semakin istimewa, yaitu ketika musim kemarau dan kebun-kebun Tembakau di sepanjang jalur sudah siap panen, view ini benar-benar menakjubkan apalagi di kala waktu matahari terbit. Dulu saya sangat sering menjumpai moment seperti ini ketika mengejar kuliah pagi di Semarang, berangkat subuh dari rumah dan bertemu sunrise di jalur Tambi – Jumprit

Saya berharap rute ini menjadi lokasi wisata yang lebih baik tanpa sentuhan artificial yang terkesan norak dan alay, di beberapa spot sudah mulai nampak spot selfie yang "menjijikan" dengan background love love. Semoga pengelola dan warga sekitar paham tentang pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan, hal tersebut tentu menjadi PR bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan SDM kepariwisataan di daerah tersebut.

.

Havid Adhitama
An Licenced Amateur Radio, Travel Enthusiast, Love about Nature, Sosio-Culture And Outdoor Activity.

Related Posts

Post a Comment